Program Latihan Fisik Futsal League

Posted on by

Untuk mendapatkan kondisi fisik yang maksimal tentunya diperlukan program latihan fisik dan. Hal yang paling penting untuk pemain futsal selain fisik yaitu. Octopus Box Cracked.rar there.

Program Latihan Fisik Futsal LeagueProgram Latihan Fisik Futsal League

Selain kemampuan teknik, olahraga futsal menuntut kondisi fisik yang prima. Olahraga futsal juga perlu latihan fisik, proses pengkondisian dalam mengembangkan kemampuan aktivitas gerak jasmani yang dilakukan secara sistematik dan ditingkatkan secara progresif. Latihan fisik futsal bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat kebugaran jasmani agar tercapai kemampuan kerja fisik yang optimal. Untuk mencapai kondisi fisik yang optimal, tentunya kita perlu menjalani serangkaian menu latihan fisik futsal, menjaga asupan makanan dan minuman, serta waktu tidur yang cukup.

Empat menu latihan fisik futsal Pertama, latihan daya tahan ( aerobic and anaerobic) Daya tahan dan stamina dapat dikembangkan melalui kegiatan lari dan gerakan-gerakan lain yang memiliki nilai aerobik. Biasakan pemain menyukai latihan lari selama 40-60 menit dengan kecepatan yang bervariasi. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan dan daya tahan aerobik serta daya tahan otot. Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti. Selanjutnya proses latihan lari ini ditingkatkan kualitas dan frekuensinya. Intensitas lari dan kecepatannya akan berpengaruh terhadap terjadinya proses anaerobik (stamina) pemain.

Sehingga pemain itu mampu bergerak cepat dalam tempo lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan harmonis. Latihan Fisik Futsal Kedua, latihan kekuatan ( weight training) Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kekuatan ini adalah berlatih menggunakan beban atau dengan kata lain latihan beban ( weight training). Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban sesungguhnya, disarankan agar pemain lebih dulu mengenal berbagai bentuk gerakan seperti mendorong ( push up, pull up), bangun tidur, angkat kaki, memperkuat otot punggung, pinggang, jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai.

Proses selanjutnya meningkatkan kualitas geraknya dengan menggunakan beban ( weight training) yang sebenarnya. Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang keras karena akan berdampak terjadinya sakit, cedera pada bagian lutut, dan pinggang.